Rabu, 13 September 2017

Kehidupan Koas: Stase Jiwa (Stase pertamaku)

Halo semuanyaa :)
Udah lama ya aku nggak ngepost di blog ini.
Jadi ceritanya sekarang aku udah lulus s.ked yuhuuuuuu~~
Setelah lulus s.ked, ada 1 perjalanan hidup lagi (cieelaahh bahasanya) yang musti dilewatin, yaitu KOASS. Koass itu sngkatan dari Co-Assitent dokter. Kalian bisa ngebayangin gak, udah "co", ditambah "assistent" lagi hahaha
Yang pertama aku rasain jadi koas itu seneng banget. Ya siapa yg gak seneng udah bisa make jas dokter dan meriksa pasien langsung. Ada rasa takut juga sih karna biasanya kan belajar dri buku mulu, ilmunya dipake jga ke manekin doang. Nah sekarang udah bisa ketemu langsung sama pasien (aka guru) nya. Nyuntik jga nggak ke manekin lagi, tapi udah langsung ke tangan pasien. Senyuman di muka kayaknya gak ilang2 waktu udah lulus itu.
Rasa senang itu pun masih aku rasakan di stase pertamaku, stase jiwa di magelang. Gilaakk enak banget disana. Aku koas di rs rujukan nasional, jadi pasiennya beragam. Walaupun pasien banyaknya skizofrenia atau gangguan mood yang kalo diajak ngomong pastinya gak nyambung, tapi bisa nyambung sama aku hahahaha
Kenapa bisa nyambung? karena aku juga skizofren bisa memahami mereka. Walaupun kadang serem juga. Karena banyak pasien yg halusinasi visual, trkadang mereka bisa melihat sesuatu yang sebenarnya nggak ada. Tapi kadang aku bingung, barangnya emang yang gak ada atau akunya yang gak bisa ngeliat.JENG JENG JENG JENG. Seketika jadi horor.. *apasih put*
Di stase jiwa aku banyak belajar, salah satunya blajar bersyukur. Bersyukur karena aku masih sehat secara mental. Walaupun fisik agak pegal2. Di stase ini, stigma negatif tentang "orang gila" yang ada diotak ku berubah total. Maklum, dulu aku termasuk anak yang takut sama "orang gila". Menurut aku sakit mental itu aneh dan harus dihindari. Tapi ohh ternyataaa.. Semua itu salah. Sakit jiwa = sakit fisik. Secara fisik mereka baik2 saja, bisa dikatakan normal. Tapi siapa yang tau dengan keadaan hati mereka, keadaan pikiran mereka. Mereka bahkan terkadang sadar bahwa jiwa mereka sedang sakit, tapi nggak berani bilang ke siapa2 karna stigma di masyarakat yang masih negatif. Takut dikucilkan, takut ditinggalkan orang terdekat, bahkan ada yang disiksa karena ketahuan "gila". Jadi buat kalian yang sedang membaca post ini, yukk berhenti berpikir seperti itu. Kalo disekitar kalian ada yang sakit jiwanya, edukasi keluarganya biar dibawa ke rumah sakit. Sakit jiwa itu bukan dosa, bukan sesuatu yang memalukan. Namanya juga sakit, siapa sih di dunia ini yang minta sakit.
kok tiba2 aku jadi marah ya hehehe
Balik lagi ke cerita koass ku...
Jadi koass disini jam kerjanya itu senin-jumat jam 07.00-16.00 wib. Tapi kalo dapet jaga malam berarti nambah lagi dari jam 16.00 - 21.00 wib di hari kerja, untuk weekend dibagi 2 shift, 07.00-14.00 dan 14.00-21.00 wib. Intinya masih bsa tidur di kost (manusiawi lah ya). Terus yang paling enak kalo di magelang, selalu dapat voucher makan tiap jaga. Dan itu yg bikin tambah semangat (murahan banget ya aku hahaha). Tapi dibalik jadwal yang seperti itu, kami para koas masih bisa mencari waktu libur hehehe
Kalo pas weekend gak ada jadwal jaga, berarti kita liburan. Kalo masalah belajar, itu hukumnnya wajib. Tiap selesai dari rumah sakit kalo nggak ada jadwal jaga, ya berarti malamnya belajar. Tapi kalo weekend itu harus dipake buat refreshing. Karena aku nggak mau jadi salah satu pasien di rs jiwa hanya gara2 stress belajar hahahaha
Stase ini hanya 5 minggu saja. Dan puji Tuhan, walaupun banyak rintangan yang melintang, aku bisa menyelesaikannya dengan smooth hahahaa
Udah sih gitu aja dlu. Untuk cerita koass selanjunya, tungguin next post yaa. Byeeee :)

Jumat, 08 Juli 2016

WHY

Kalian masih ingat dengan laki-laki yang pernah aku ceritakan waktu SMA dulu?
Dulu aku pernah menyukainya, tapi aku melepaskannya karena temanku juga menyukainya.
Aku tidak mendekatinya karena aku tau itu akan menyakiti hati temanku.
Dan akhirnya mereka berpacaran cukup lama, dan aku mendukung hubungan mereka.
Ntah kenapa tiba-tiba aku dengar hubungan mereka putus.
Ketika aku tanya alasannya, si wanita itu tidak memberikan jawaban.
Hari ini, aku bertemu laki-laki itu lagi.
Mungkin ini yang ketiga kalinya aku bertemu dengannya setelah hubungan mereka putus.
Tapi, dia selalu memalingkan wajahnya setiap bertemu denganku.
Aku selalu ingin memanggilnya, ingin berbincang dengannya, tapi tak bisa...
Karena dia berlalu dengan cepat.
Bahkan tadi, ketika aku sedang dengan temanku, dia begitu juga.
Temanku yang sedang berjalan disampingku menarik lenganku dan berkata, "itu Dia!"
Tapi saat aku memandangnya, dia sedang menoleh ke arah lain.
Aku bertanya kepada temanku, apakah tadi lelaki itu memandang ke arah kami.
Dan temanku menjawab dengan tegas, "YA!"
Dia mengatakan entah kenapa lelaki itu langsung menolehkan pandangannya.
Aku bingung...
Apakah dulu aku melakukan kesalahan padanya?
Padahal jika kupikir-pikir, hubunganku dengannya cukup baik.
Dia adalah salah satu temanku laki-laki yang cukup dekat denganku.
Tapi ntah mengapa sepertinya sekarang dia membangun tembok.
Tembok yang ingin sekali kudaki, aku ingin melihat apa yang ada disana.
Aku penasaran...
Mengapa dia seperti itu?
WHY???

Selasa, 14 Juni 2016

Three Years With You, and Still Counting...

We've been through many things in the past.
We've been loved, hurt, backstab, mocked, cursed, and else
But still I choose to stay with you
Because from the start,
We have the same goal
We walk together
Cry together
and laugh together ...
I love you, Medarmy :)

Those words are what I wanna say to my friends. They're like my second family. Of course our friendship doesn't always give us happiness. Sometimes we feel frustrated. But still it was them who beside me, holding my hands so I wouldn't fall. And in this family, I got 85 hands to hold me. I'm blessed being a part of this family :)


 

Senin, 06 Juni 2016

Finally, We Talk...

This is the last week for us to meet each other
We're gonna say goodbye soon
Before that time comes
I'm so glad that finally we can talk like a friend
Do you know how much I was trembling?
thump, thump, thump......
I could hear my heart beat
But I try to keep it for my self
I tried to look at your eyes
And I couldn't stand it but smile
Even though our conversation is too short
But I feel like I got the whole world
Because for the first time in the last 5 years
There is someone who can make me feel like this again
And It's You
Thank You for always being there when I need You
I'm sorry for hurting you
But still, thank you .... 




Sabtu, 04 Juni 2016

I See You're Looking at Me


You see me
Again and again
I wanna approach you and ask
Are you looking at me?
I try to look ahead
But I can’t deny, I make my visual field wide open
Just to make sure, whether you look at me or not
And when I turn my gaze at you,
I see you’re looking at me
With a serious look
Like you’re analyzing me
Whenever I move from my place
I feel that you’re looking at me again
You make sure whether I’m going home or not
When I walk out through the door
You’re out too
When I wait in the room
You wait too
You try to walk beside me....
Even when I thought that you’ve already home,
You wait me at the front
Am I too sensitive or indeed true feelings
That you like me
But maybe I’m too confident
Because People like you won’t fall for people like me
I’ll keep this for my own..


Jumat, 03 Juni 2016

Bersyukurlah

Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. ~ 1 Tesalonika 5:16-18



Saat aku membaca ayat tersebut, aku merasa sesuatu dihatiku.
Bagaimana aku akan bersukacita, apabila aku tidak bersyukur?
Semenjak aku menjadi mahasiswa kedokteran, banyak sekali kegiatan sosial yang aku lakukan. Setiap aku melakukannya, aku bahagia. Rasa bahagia ini tidak sama seperti yang aku rasakan ketika aku berkumpul dengan temanku, atau lulus dalam ujian, atau mungkin saat jatuh cinta. Tapi lebih besar, bercampur dengan rasa bangga dan lelah. Tapi tetap bahagia. Saat aku melihat mereka yang kekurangan, entah itu dalam hal rohani atau jasmani, aku bertanya kepada Tuhan, “Mengapa Engkau membiarkan mereka menjalani hidup seperti itu Bapa? Kenapa Engkau membiarkan mereka miskin, sakit, cacat, atau bahkan sakit jiwa? Apa yang salah dengan mereka? Apa mereka berbuat dosa begitu banyak? Apa itu sebuah hukuman?" 

Terlalu lama pertanyaan seperti itu menghinggapiku. Hingga suatu saat aku sadar...
Bahwa....
Itu bukan hukuman....
Itu bukan akibat dosa....
Melainkan...
Ada kekuatan besar yang tersimpan dibalik itu semua.
Mereka mengajarkan diriku, dirimu, dan semua orang di dunia ini untuk bersyukur. Bersyukur terhadap hal-hal yang kecil hingga yang besar. Bersyukur karena dapat menghirup oksigen tanpa bantuan alat apapun, mungkin diluar sana beberapa orang harus mengeluarkan uang demi oksigen. Bersyukur atas rasa lelah setelah seharian mengikuti kuliah, karena mungkin banyak yang tidak bisa  kuliah. Jangankan kuliah, membaca saja mereka tak bisa, bukan karena mereka tidak mau, tapi karena keterbatasan. Bersyukur masih dapat mendengar omelan dari orangtua dan dosen. Mereka yang bahkan tak bisa mendengar, ingin mendengar walaupun itu hanya suara angin saja.
Mungkin jika aku mengalami hal yang sama seperti mereka, aku tidak akan kuat. Aku mungkin menyerah. Tapi Tuhan memberikan karunia itu kepada mereka. 
Kenapa???
Karena Dia tahu bahwa mereka adalah orang pilihan. Orang-orang yang terpilih untuk memancarkan kekuasaan Tuhan dengan segala kekurangan mereka. Dan apabila kamu adalah salah satu diantara mereka, bersyukurlah karena engkau adalah orang terpilih. Terimakasih, kalian adalah guru kehidupanku..
Dan apabila kamu yang sedang membaca ini adalah orang yang berkecukupan dalam segala hal, bukankah itu suatu kejahatan jika kamu tidak bersyukur? 
Ambillah sedikit waktu mu untuk bersyukur.
Tidak perlu lama hingga 2 jam seperti saat engkau menonton bioskop.
5 menit
10 menit
Berapapun waktu mu itu, Tuhan akan sangat senang menerimanya.
Marilah bersyukur mulai sekarang, sehingga engkau mendapatkan sukacita yang engkau nantikan itu.



 Ini beberapa foto yang kami ambil bersama mereka, abaikan wajah saya yang terlampau bahagia

Sabtu, 27 Februari 2016

Just wanna tell...

I dont know how to start this.
Recently, I feel emptiness inside me. Usually when I feel like this, I would do something so that I could just forget it. But this time, it doesn't work.
Honestly, it seems like I'm missing someone. I don't know who. But it feels like I really desperate. I think I know why, but I think I don't. Isn't is weird?
Well just wanna tell you that about 7 years ago, I had a crush with someone. You can call him my first love lol :D
I really liked him. I kept my feeling for my own and never told him. We were friends but not so close. I rarely talked to him, I think it only once or twice. But I can't kept that secret for a long time. I told one of my friend that I liked him and my friend accidentally told him about that. After that, we never be the same again. He never talked to me and I was so afraid to start it too. But I felt that after he knew my feeling, he became like to teased me. But only with action, never a word. And I like it so much. Every time I passed his class, I hope that I could meet him.
After we graduated, since we entered the different school, I only meet him once. It was when I was in the last year of high school. But we acted like we don't know each other. It hurts but since we always like that in the pass, I never mind it. Instead, I was so happy that I could meet him again. Even just for a while.
I'm in college right now, but sincerely, no one ever able to make me feel like that. Some men try to get my attention but still they can move my heart. But him, he didn't even do anything but I fell in love anyway. I don't know why, may be its just because I don't like them or may be I still can't let him go. But really I have forgotten him. For me he only my first love, never more. So, I think I have open my heart for anyone. It just I don't meet someone that can make me love again.
I keep asking myself why I write something like this lol :D
But I feel a little bit relieved. Thanks for reading my story :)